2

7 Metode Pembelajaran Untuk Anak Autis

Metode Pembelajaran Untuk Anak Autis – anak berkebutuhan khusus, utamanya anak autis dalam proses belajar harus memilih model pembelajaran yang khusus dan sesuai dengan kondisi maupun kemampuan si anak. Setiap orang tua ataupun guru yang bersangkutan harus mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu sebelum menerapkan model pembelajaran kepada anak, seperti halnya apa saja yang menjadi hambatan utama si anak dan seberapa besar kemampuan anak untuk memahami sesuatu hal.

metode pembelajaran anak autis

Belajar merupakan berubahnya perilaku yang diakibatkan oleh interaksi si anak dengan lingkungan di sekitarnya. Ada beberapa metode pembelajaran anak autis yang dapat membantunya untuk menguasai ketrampilan serta perilaku baru, yakni: isyarat visual maupun verbal, visual support, fading, modeling, prompting, shaping, serta chaining. Supaya lebih jelas lagi, mari kita bahas bersama – sama beberapa Cara Belajar pada Anak – anak Autis di atas:

7 Metode Pembelajaran Anak Auti

1. Isyarat visual atau verbal

Merupakan model belajar yang diberikan kepada anak – anak autis yang dapat membantu anak – anak ini untuk melengkapi dan menyelesaikan setiap tugas yang diinginkan atau yang diberikan. Isyarat visual ini dapat dilakukan dengan cara verbal maupun non verbal, dengan memakai tanda manual ataupun strategi secara visual. Strategi secara manual sendiri adalah cara belajar dengan memanfaatkan benda – benda konkrit maupun yang semi konkrit serta simbol untuk menyampaikan pembelajaran.

2. Modeling

Cara belajar berikutnya adalah strategi belajar dengan menggunakan orang – orang terdekatnya, seperti teman – teman sebayanya atau orang tua si anak untuk menjadi model saat belajar beberapa ketrampilan baru yang belum dikuasainya dengan penuh.

3. Visual support

Cara ini diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, perilaku yang baik, mentransfer informasi, mengembangkan sikap mandiri anak.

4. Prompting

Adalah isyarat tambahan yang dapat membantu anak untuk mendukung respon yang benar. Anak – anak berkebutuhan khusus membutuhkan bimbingan khusus pula secara fisik dalam mengerjakan tugasnya. Selain itu keberhasilan mereka juga dapat diraih dengan diberikan dorongan fisik. Setelah mereka berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan, sebuah hadiah atau ucapan selamat dan penyemangat juga memiliki manfaat yang bagus untuk mereka.

5. Fading

Setelah perkembangan dan kemampuan anak mengalami kemajuan yang signifikan dan bagus, maka fading atau pengurangan bantuan fisik secara bertahap juga perlu dilakukan. Hal ini dilakukan supaya si anak dapat percaya dengan kemampuannya sendiri dan tidak melulu tergantung pada bantuan, bimbingan, serta isyarat.

6. Shaping

Anak – anak autis terkadang akan menemui kesulitan saat memakai baju, pada saat makan, atau bersosialisasi dengan orang yang ada di sekitarnya. Dengan teknik shaping ini maka perilaku ataupun ketrampilan yang tidak ditemui dari diri seseorang dapat dikembangkan.

7. Chaining

Teknik chaining merupakan cara atau tuntunan untuk membiasakan perilaku yang cenderung rumit dan sulit untuk dilakukan anak autis dengan menggabungkan kebiasan atau perilaku setiap hari yang sederhana. Misalnya ketika si anak menggosok gigi, maka yang perlu dilakukan untuk pertama kali adalah menyiapkan sikat dan pasta gigi, lalu memasukkan sikat gigi yang sudah diberi pasta gigi ke dalam mulut, lalu gigi digosok dengan menggunakan sikat gigi tersebut ke atas dan ke bawah, lalu ke samping kiri serta kanan, dan bagian dalam gigi, lalu seterusnya.

Itulah metode pembelajaran anak autis yang oleh orang tua ataupun guru di sekolah harus diketahui dan dikuasai terlebih dahulu untuk kemajuan akan perkembangan dan kemampuan anak – anak berkebutuhan khusus ini.

Yuli

Pagi bekerja, Malam menulis. Blogger asal Kebumen.

2 Comments

  1. Bersyukur banget kalau punya anak yang normal..BTW plugin TOS pake apa mas???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *