0

7 Ciri-Ciri Anak Autis Yang Harus Anda Ketahui

Autis pada anak merupakan sebuah kondisi dimana seorang anak memiliki ketidakmampuan dalam berbagai hal yang ditandai dengan adanya gangguan dalam berkomunikasi, gangguan didalam pola berinterkasi dan bermain serta perilaku emosi yang tidak normal. Ciri-ciri anak autis yang terjadi pada seorang anak akan dapat terlihat sebelum seorang anak tersebut berumur 3 tahun.

Adalah kewajiban orang tua untuk selalu mengetahui dan selalu memperhatikan perkembangan yang terjadi pada anak-anaknya. Perkembangan seorang anak dapat dikatakan tergantung pada baiknya proses bimbingan serta penjagaan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Karena walau bagaimanapun orang tua merupakan seorang yang paling dikenal dan paling dekat dengan kehidupan dan pertumbuhan seorang anak, dari anak-anak hingga dirinya akan tumbuh menjadi manusia dewasa pada nantinya.

Sehubungan dengan hal tersebut tentu adalah sebuah hal yang penting jika setiap orang tua mengetahui ciri-ciri anak autis serta gejala-gejala yang ada bila seorang anak mengalami penyakit autis. Karena dengan mengetahuinya sejak dini, juga merupakan sesuatu hal yang penting demi menjadikan perkembangan seorang anak dapat tumbuh dengan baik, normal, dan maksimal.

ciri ciri anak autis

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama-sama untuk mengetahui ciri-ciri anak autis yang banyak ditemukan pada seorang anak yang terkena autis itu sendiri. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

7 Ciri-Ciri Anak Autis Yang Harus Diwaspadai

1. Adanya perkembangan yang tidak seimbang

Seorang anak yang normal akan mengalami perkembangan yang seimbang, antara perkembangan kognitif dan perkembangan motoriknya akan berjalan dengan secara normal dan seimbang. Namun pada seorang anak autis akan menunjukkan gejala-gejala perkembangan yang tidak seimbang. Hal tersebut dicontohkan dengan adanya perkembangan yang baik dalam kemampuannya untuk berbicara akan tetapi perkembangan motoriknya mengalami keterlambatan. Maupun sebaliknya, kemampuan motoriknya berjalan dengan sempurna akan tetapi kemampuannya untuk berbicara sangat lamban.

2. Kemampuan sosial yang terganggu

Seorang anak penyandang autis juga akan mengalami gangguan pada perkembangan sosialnya. Dimana akan ditunjukkan dengan adanya rasa canggung saat berhubungan dengan orang-orang yang ada disekitarnya, tampak seperti terasing pada saat bergaul dengan teman-temannya dan terkadang akan mengeluarkan komentar-komentar yang menjadikan perasaan teman-temannya menjadi tersinggung. Dalam kondisi lebih parah bahkan seorang anak akan cenderung memilih untuk menyendiri dibandingkan untuk berkumpul dengan teman-temannya.

3. Tidak menyukai kontak fisik dengan orang lain

Anak penyandang autis sangat tidak menyukai apabila dia harus dipeluk oleh orang-orang yang ada disekitarnya. Misalnya kakak atau saudara lainnya. Ada perasaan tidak nyaman pada saat ada seseorang menyentuh fisiknya meskipun itu adalah sebuah pelukan sayang dari seorang anggota keluarga.

4. Tidak memiliki empati kepada orang lain

Ini juga merupakan sebuah ciri-ciri anak autis yang dapat kita jumpai pada seorang anak. Dimana anak tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memahami perasaan yang terjadi pada orang-orang di sekitarnya. Bila ada seseorang yang mengajaknya berbicara dia tidak mampu menunjukkan sebuah reaksi komunikatif, bahkan dia seakan tidak memperhatikan orang yang mengajaknya berbicara. Jadi apabila anak tersebut diajak berkomunikasi maka komunikasi yang tejadi adalah sebuah komunikasi yang berjalan dalam satu arah saja. Karena pada dasarnya seorang anak autis tidak memiliki kemampuan membaca bahasa tubuh yang dimiliki oleh orang lain.

5. Mengalami gangguan dalam kemampuan untuk berbicara

Anak autis juga akan mengalami gangguan dalam perkembangannya untuk dapat berbicara. Sebesar 40% anak-anak penyandang autis tidak memiliki kemampuan berbicara, 25% hingga 30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12 hingga 18 bulan dan baru kemudia dapat berbicara setelah dia tumbuh besar. Anak autis bila sudah mampu berbicara maka dia akan cenderung mengucapkan kata atau frase tertentu secara berulang-ulang serta apabila berbicara akan memiliki intonasi yang datar.

6. Sering melakukan sebuah gerakan secara berulang dan monoton

Anak autis sangat menyukai sebuah gerakan yang berulang dan dilakukannya secara monoton. Sebagai contoh pada saat dia diberikan sebuah benda atau alat untuk bermain maka dia akan mempergunakan alat bermain tersebut hanya dalam satu cara saja. Padahal sesungguhnya terdapat berbagai cara untuk menggunakan alat tersebut untuk bermain. Gerakan-gerakan dalam memainkan alat permainan tersebut akan dilakukannya berulang dalam gerakan-gerakan yang sama tanpa memiliki variasi-variasi yang akan lebih membuat nyaman untuk bermain.

7. Merasa tidak nyaman dengan cahaya terang dan suara yang keras

Anak autis akan merasa sangat tidak nyaman dengan suasana yang terang penuh pencahayaan serta suara-suara yang keras terlebih suara tersebut membuat dia menjadi sangat kaget. Hal tersebut dipicu oleh rasa tidak nyamannya anak tersebut pada sesuatu perubahan yang terjadi secara mendadak. Karena sesungguhnya anak autis tidak memiliki kemampuan untuk mempersiapkan diri pada sesuatu yang bakal terjadi pada suasana yang ada disekelilingnya.

Kesimpulan

Sebagai orang tua sebaiknya kita harus mengetahui ciri-ciri anak autis sejak dini agar mampu memberikan penanganan dan perawatan khusus untuk anak yang menderita autisme. Semoga informasi diatas merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi anda semua. Khususnya bagi anda yang saat ini memiliki seorang anak tentunya artikel ini menjadi sebuah referensi anda dalam membimbing anak. Sudah seyogyanya sebagai orang tua untuk menjaga, merawat dan mendidik anak dengan baik dan maksimal agar kelak anak-anak anda tersebut mampu berkembang menjadi dewasa seperti yang anda harapkan.

Yuli

Pagi bekerja, Malam menulis. Blogger asal Kebumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *